4/24/2009

Review untuk Payperpost (ppp)

. 4/24/2009

Dari sekian program paid review, payperpost adalah yang paling ketat dalam menerapkan standar. Bukan soal page rank (PR) atau rank alexa yang harus tinggi, PR 1 sebenarnya juga bisa diterima, tapi konten blog dan review yang sekian persen harus original.
Memangnya menulis review di paid review dan konten blog untuk paid review yang lain boleh tidak original alias copy and paste (copas)?

Kalau ada yang bertanya demikian, ini bisa dipastikan pertanyaan yang muncul dari mereka yang masih pemula:) Dalam prakteknya, bagi anda yang sudah malang-melintang dalam paid review, menulis paid review yang original selain juga menghabiskan waktu juga bakal merepotkan. Apalagi beberapa paid review terkesan cuek dengan hasil review kita selama semua requirement terpenuhi. Seperti reviewme, misalnya, selama minimum kata 200 kata, link yang diminta sudah terpasang, mau review bunyinya kayak apapun, tak masalah. Termasuk juga linkworth.

Ada beberapa hal dan istilah yang perlu anda ketahui jika anda ingin bergabung dengan payperpost:

1. Orisinalitas. Blog yang anda daftarkan, adalah bukan blog yang kontennya 100% hanya copy and paste. Boleh blog anda mengomentari dari posting di situs lain, misalnya anda menulis komentar hanya satu paragraph, lalu selebinya adalah cuplikan dari posting yang anda komentari. “Make sure your interim postings have 3-5 sentences of original material.” Buat 3-5 kalimat, khususnya di alenia pembuka, dengan original. Yah anda karang-karanglah.

2. Tak Melanggar Hak Cipta. Blog yang anda daftarkan tak harus ber-PR 4, atau 3, PR 2 bisa diterima Memang, semakin tinggi PR dan juga rank alexa blog anda akan menentukan banyaknya tawaran review yang bisa anda ambil. Tapi untuk bisa diterima, tak harus punya PR dan juga rank yang tinggi. Selama seperti yang dijelaskan dalam poin 1, dan tidak melanggar sejumlah TOS ppp. Seperti tidak mencantumkan link-link crack, konten yang berbau porno, atau yang melanggar hak cipta lainnya. Konsepnya adalah blog, bukan website statis (seperti web perusahaan yang tak pernah diupdate), juga bukan blog gambar/photo.

3. Blog gratisan tak jadi soal. Tapi disarankan menggunakan blogspot, bukan wordpress. Pertama, beberapa advertiser menolak blog dari wordpress, dan dari pihak wordpress sendiri, mereka melarang blognya dipakai untuk mencari duit, termasuk untuk paid review. Mungkin pertama-tama anda masih aman, tapi lain waktu jika ketahuan akan dihapus blog anda.

4. Disclosure Policy. Ini semacam keterangan tentang blog anda. Misalnya, menjelaskan jika isi blog anda adalah pendapat pribadi, beberapa diantaranya adalah posting review untuk pihak ketiga, dan lain-lain. Mulanya, Payperpost meski banyak mendapatkan tentangan, tetap mengharuskan setiap posting review mencantumkan ini. Tapi sekarang, beberapa advertiser dalam keterangan reveiwnya, menyarankan publisher tidak mencantumkan disclosure policy.
Logikanya begini, dengan diberi disclosure makan akan ketahuan jika posting itu review. Ini akan lebih mudah dideteksi oleh Google. Payperpost sepertinya ingin kukuh dengan prinsipnya, seperti hendak mengatakan, kenapa harus malu mengatakan jika posting anda itu paid review kalau kenyatannya toh anda dapat upah dari paid review. Masalahnya bukan itu, yang sering komplain justru dari pihak advertiser. Mereka lebih suka jika review itu tidak diberi embel-embel jika itu review, biar terkesan posting biasa. Kita lihat saja, sanggupkah ia teguh dengan prinsipnya dan bergesekan dengan perusahaan raksasa sebesar Google yang masih dijadikan rujukan (khususnya PR) untuk para advertiser paid review.
Nah disclosure itu jika diminta, bisa dibuat dalam satu halaman khusus yang isinya menjelaskan keterangan itu, bisa dipasang linknya di halaman depan, tapi ada juga yang hanya meminta di halaman posting. Saran saya, karena ada yang meminta, ada yang tidak, maka anda siapkan saja halaman disclosure itu, dan jika sewaktu-waktu ada yang minta, bisa dipasangkan linknya di bawah posting review.

5. Selingi review dengan Non-posting review. Setiap posting review, minimal harus diselingi satu posting non review. Misalnya anda ada tawaran 3 review. Tidak bisa anda langsung memostingnya 3 review itu secara berurutan, tapi harus diselingi minimal dua posting non review. Review 1 - non review - review 2 - non review - review 3.

6. Menambahkan Blog dalam satu akun. Jika anda ingin menambahkan blog dalam akun anda, minimal anda harus membuat review sebanyak 10 review, baru anda bisa menambahkan blog lagi dalam akun anda. Masalanya, jika blog pertama yang anda daftarkan PR-nya rendah, untuk sampai bisa ke-10 butuh waktu yang agak lama. Apalagi jika anda tak rajin-rajin mengecek tawaran review, karena “opportunity” di payperpost bisa muncul kapan saja.

7. Mengambil Tawaran Review. Anda klik tab/menu “Open Opportunities”. Akan ada tawaran review, dengan blok warna abu-abu (grey), merah muda, putih dan hijau muda. Tawaran review dari $5 sampai ada yang ratusan $$$. Yang bisa anda ambil adalah opportunity review yang diblok dengan warna hijau atau putih. Nanti anda akan diminta menjawab pertanyaan. Misal, apa warna langit, berapa harga permen perstauannya jika si A mendapatkan $100 untuk 100 permen (tentu saja pertanyaan dalam bahasa Inggris dan anda juga harus menjawabnya dengan bahasa Inggris pula).

4 komentar:

fransisca mengatakan...

nice blog

bangzain mengatakan...

trims

larascookie mengatakan...

tengkyu infonya yaa,,;)

Hary mengatakan...

thanks bro...mantabbb banget infonya

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com